Kunci Ilmu Pawang Hujan

Kunci Ilmu Pawang Hujan merupakan sebuah keilmuan yang bermanfaat untuk menyingkirkan hujan atau memindahkan hujan juga untuk meminta datangnya hujan. Kunci Ilmu Pawang Hujan ada kesempatan kali ini kita bahas sebab pada saat-saat ini kita memerlukan keilmuan ini tertama bab meminta hujan. Adanya kemarau panjang ini, banyak mata air kering, kebakaran hutan, dsb. Hal ini karena tidak adanya hujan yang turun membasahi bumi. Kunci Ilmu Pawang Hujan juga membahas untuk memindahkan hujan, menghalau mendung agar disaat punya hajat penting dapat berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan, dengan ilmu ini hujan dapat dipindahkan ke daerah lain. Kunci Ilmu Pawang Hujan yang kita bahas pada kesempatan semoga bermanfaat bagi kita semua dan mari kita sama-sama amalkan agar bencana dinegeri ini segera teratasi dan hujan segera turun sehingga kebakaran hutan dapat padam, kabut asap segera lenyap.

DOA MEMINDAHKAN HUJAN

Berikut ini merupakan amalan khusus untuk memindahkan hujan. Bila kita baru mau mengadakan hajatan di waktu musim penghujan agar semua berjalan dengan lancar maka ilmu ini sangat bermanfaat untuk menyingkirkan hujan, menghalau mendung dan memindahkan ke daerah lain.

Doa Mindahkan Hujan

اَللَّھُمَّ حَوَالَیْنَا وَلاَ عَلَیْنَا، اَللَّھُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِیَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
 (Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari)

Artinya:
Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

Keterangan :
Baca Doa Memindah Hujan 7 kali dengan tahan nafas dan setelah usai tiupkan ke atas atau langit diarahkan pada awan mendung tersebut.

DOA MINTA HUJAN

Berikut ini merupakan amalan khusus untuk meminta turunnya hujan. Banyak orang sekarang ini mengeluh karena kemarau panjang sehingga banyaknya sumber mata air menjadi kering. Bahkan dampak yang lebih parah lagi banyaknya kebakaran hutan dimana-mana yang menimbulkan kabut asap yang sudah memakan korban, selain murni akibat alam diiringi tangan-tangan jahil sehingga menjadi topik berita yang hangat yang dibicarakan dimana-mana. Dengan hal ini upaya pemadaman kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap ini tidak membuahkan hasil, orang main tuding menyalahkan pemerintah, menyalahkan perusahaan perkebunan, dsb. Hal itu tiada guna jika diperdebatkan, ingat ada pepatah, tidak ada asap kalau tidak ada api. Artinya tidak ada akibat tanpa sebab. Asap hanya suatu akibat. Maka kita semua wajib bertaubat, bersama-sama (berjama'ah) memohon pada Allah SWT agar segera diturunkan hujan agar musibah yang ada dinegeri ini segera teratasi. 

Kunci Doa Minta Hujan

وَٱلسَّمَآءِذَاتِٱلرَّجْعِ
(waalssamaa-i dzaati alrraj’i)

Artinya:
Demi langit yang mengandung "hujan" (QS. 86:11)
"Raj'i" berarti "kembali". Hujan dinamakan "raj'i" dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan begitulah seterusnya.

Doa Minta Hujan 1

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
(Alloohumma aghitsnaa, Alloohumma aghitsnaa, Alloohumma aghitsnaa)

Artinya :
Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah, anugerahkanlah hujan pada kami

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim (muttafaq 'alaih)

Doa Minta Hujan 2

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ
(Alloohumma asqinaa ghoitsan, mughiitsan, marii-an, naafi'an ghiro dhoorrin, 'aajilan ghoiro aajilin)

Artinya :
Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Abu Dawud

Doa Minta Hujan 3

اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
(Alloohumma asqi 'ibaadaka wabahaa-imaka wansyur rohmataka, wa ahyii baladakal mayyit)

Artinya :
Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, ternak-ternakMu, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan tanahMu yang tandus

Doa Minta Hujan 4

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ
(Laa ilaaha illaaLlooh, yaf'alu maa yuriid. Alloohumma AntaLloohu laa ilaaha illaa Antal Ghiniyyu wa nahnul fuqoroo-u, anzil 'alainal ghoitsa waj'al maa anzalta lanaa quwwatan wabalaghon ilaa hiin)

Artinya :
Tidak ada Ilah kecuali Allah, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Ilah kecuali Engkau Yang Maha kaya sementara kami yang membutuhkan. Maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang di tetapkan

Doa Minta Hujan 5

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
(Wa huwallazi yunazzilul gaysa min ba’di ma kanatu wa yansuru rahmatah(rahmatahu), wa huwal waliyyul hamid)

Artinya :
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Keterangan :
Baca Kunci Doa Minta Hujan 7 kali dengan tahan nafas dan amalkan salah satu Doa Minta Hujan diatas dibaca 1 putaran tasbih. Sebelum mengamalkan harap mengamalkan rankaian doa seperti hadroh,dsb.

Selain dengan doa minta hujan turun, terdapat juga cara-cara atau amalan untuk meminta turun hujan.

Memperbanyak istighfar (memohon ampun pada Allah)
Allah Ta’ala berfirman,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Ada juga beberapa atsar yang menerangkan bahwa istighfar (banyak memohon ampun pada Allah) adalah salah satu sebab diturunkannya hujan.

Dari Asy Sya’bi, ia berkata, “’Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu suatu saat meminta diturunkannya hujan, namun beliau tidak menambah istighfar hingga beliau kembali, lalu ada yang mengatakan padanya, ”Kami tidak melihatmu meminta hujan.” ‘Umar pun mengatakan, “Aku sebenarnya sudah meminta diturunkannya hujan dari langit”. Kemudian ‘Umar membaca ayat,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا, يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”
Umar pun lantas mengatakan,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Rabb kalian. Kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan pada kalian hujan lebat dari langit.”

Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah sebagai berikut.

أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas.
Ketika menjelaskan surat Nuh di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannya harta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.”

Makna ada firman Allah Ta’ala,untuk kita renungkan:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’rof: 96)

Jika ingin maksimal menguasai Kunci Ilmu Pawang Hujan dan memiliki energi yang kuat serta lebih praktis dan efisien, maka kami sarankan mengambil program spiritual s45p, silahkan klik disini.